Photo by Austin Distel on Unsplash
Medan, 31 Januari 2026 –
Memasuki tahun 2026, pola investasi generasi muda Indonesia mengalami
pergeseran menarik. Jika beberapa tahun lalu semua orang membicarakan koin
digital, kini perhatian beralih ke instrumen yang jauh lebih stabil namun tetap
modern: SBN (Surat Berharga Negara) Digital. Penjualan SBN Retail,
khususnya jenis Green Sukuk, mencatatkan rekor partisipasi tertinggi
dari kalangan investor muda di awal tahun ini.
Fenomena ini terjadi karena SBN
Digital menawarkan sesuatu yang jarang ditemukan di aset lain: Keamanan 100%
dari negara dikombinasikan dengan kemudahan akses melalui aplikasi fintech
yang hanya butuh modal mulai dari Rp1.000.000.
Pernyataan Pejabat DJPPR:
Investasi untuk Pembangunan Hijau
Direktur Jenderal Pengelolaan
Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, dalam konferensi pers peluncuran seri
terbaru SBN di Jakarta (15 Januari 2026), menjelaskan visi di balik
instrumen ini.
"Kami melihat antusiasme
yang luar biasa dari Gen Z. Green Sukuk Retail tahun 2026 ini bukan sekadar
alat pembiayaan APBN, tapi simbol keterlibatan anak muda dalam mendanai proyek
energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan di Indonesia. Ini adalah
investasi yang memiliki nilai dual impact: cuan untuk investor, manfaat
untuk bumi," jelasnya.
Pandangan Ahli Perencana
Keuangan (Financial Planner)
Prita Ghozie, perencana
keuangan ternama (disampaikan dalam talkshow finansial di Jakarta pada 22
Januari 2026), menyebut SBN Digital sebagai fondasi passive income
yang paling rasional di tahun 2026.
"Bagi Gen Z yang ingin
membangun dana darurat atau tabungan jangka menengah, SBN Digital adalah
jawabannya. Bunganya atau kuponnya biasanya di atas rata-rata bunga deposito
bank dan pajaknya lebih rendah (hanya 10%). Ini cara paling aman untuk melawan
inflasi tanpa perlu pusing memantau grafik setiap detik," ungkap Prita.
Mengapa SBN Digital Jadi
Primadona 2026?
- Pajak Rendah & Final: Berbeda dengan
instrumen lain, pajak SBN sangat kompetitif, yang membuat imbal hasil
bersih (net return) menjadi sangat menarik.
- Likuiditas Tinggi (Fitur Early Redemption):
Pemerintah kini mempermudah proses pencairan sebelum jatuh tempo untuk
seri-seri tertentu, yang sangat disukai anak muda yang dinamis.
- Digital-First Experience: Proses pembelian
dari registrasi hingga pembayaran kini sudah terintegrasi dengan metode
pembayaran digital terkini, termasuk Rupiah Digital yang baru diluncurkan.
Tantangan: Literasi
"Compound Interest"
Meskipun populer, para ahli dari OJK (dalam laporan literasi keuangan Januari 2026) mengingatkan bahwa tantangan utama tetap pada pemahaman masyarakat mengenai compound interest (bunga berbunga). Banyak investor muda yang masih tergiur capital gain cepat di aset berisiko tinggi, padahal stabilitas SBN dalam jangka panjang bisa memberikan hasil yang jauh lebih signifikan untuk rencana masa depan seperti DP rumah atau dana menikah.
SBN Digital di tahun 2026 telah
bertransformasi dari instrumen yang dianggap "tua" menjadi gaya hidup
finansial baru bagi Gen Z. Dengan dukungan penuh pemerintah dan kemudahan
teknologi, tidak ada alasan lagi bagi anak muda untuk tidak memiliki aset yang
dijamin langsung oleh negara. Bagi pembaca CotengNews, ini adalah
saatnya melirik aset yang tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tapi
juga ketenangan pikiran.