"Pantauan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia yang didominasi zona merah. Kapitalisasi pasar menyusut drastis ke level Rp14.283 triliun. (Foto: Dok. ANTARA FOTO/Istimewa)"
Medan – Awal
pekan di bulan Februari 2026 menjadi momen kelam bagi pasar modal Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambruk tajam pada perdagangan Senin
(2/2/2026). Hanya dalam waktu 17 menit setelah pembukaan, indeks tercatat
merosot hingga 5,03 persen atau kehilangan 418,75 poin, yang membawa IHSG ke
level 7.910,85.
Kondisi ini menunjukkan tekanan jual
yang sangat masif dan merata di seluruh sektor. Data perdagangan mencatat
sebanyak 596 saham terkoreksi, sementara hanya 55 saham yang mampu menguat.
Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menyusut drastis menjadi
Rp14.283,85 triliun.
Akar Masalah: Teguran MSCI dan Gejolak
Internal
Anjloknya indeks hari ini merupakan
akumulasi dari sentimen negatif yang telah membayangi pasar sejak pekan lalu.
Terdapat beberapa faktor utama yang diidentifikasi oleh para analis:
- Teguran dari MSCI:
Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberikan teguran keras
terkait isu transparansi kepemilikan saham dan ambang batas kepemilikan
publik (free float) di Indonesia. Hal ini memicu kekhawatiran
investor global akan kemungkinan penurunan kelas pasar modal Indonesia.
- Mundurnya Petinggi OJK dan BEI:
Kegelisahan pasar semakin memuncak menyusul pengunduran diri empat
petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Direktur Utama BEI pada akhir
pekan lalu.
- Rencana Danantara:
Ketidakpastian mengenai teknis masuknya Danantara ke dalam struktur bursa
juga menambah kecemasan pelaku pasar yang masih menunggu kejelasan
regulasi.
Respons Presiden Prabowo Subianto
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg),
Prasetyo Hadi, memberikan klarifikasi terkait sikap Presiden Prabowo Subianto
menghadapi situasi ini. Prasetyo menegaskan bahwa Kepala Negara tidak
menunjukkan kemarahan, melainkan lebih menekankan pada pemahaman akar masalah
secara menyeluruh.
"Presiden mengajak kita semua
untuk memahami apa yang melandasi penurunan signifikan ini. Kita sedang mencari
jalan keluarnya bersama," ujar Prasetyo di Sentul, Senin (2/2). Beliau
menambahkan bahwa peristiwa ini akan dijadikan momentum bagi pemerintah untuk
melakukan reformasi regulasi besar-besaran agar pasar saham Indonesia menjadi
lebih terbuka, transparan, dan memiliki kredibilitas setara dengan bursa global
lainnya.
Langkah Penyelamatan Pasar
Meskipun OJK dan BEI telah menunjuk
pejabat pengganti sementara, pasar terlihat masih melakukan aksi wait and
see. Upaya pertemuan antara otoritas bursa dengan pihak MSCI dijadwalkan
akan segera dilakukan untuk meredam kekhawatiran mengenai downgrade
indeks.
Analis pasar modal, Wahyu Laksono, menilai bahwa langkah-langkah pemerintah saat ini masih belum cukup meyakinkan investor menjelang tenggat waktu (deadline) dari MSCI. Para pelaku pasar kini menantikan langkah konkret dari tim ekonomi pemerintah untuk memulihkan kepercayaan investor asing maupun domestik.