Pasar Modal Terguncang: IHSG Anjlok 5,03% ke Level 7.910, Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Solusi Struktural

Dipublikasikan: 2026-02-02 13:43:33

"Pantauan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia yang didominasi zona merah. Kapitalisasi pasar menyusut drastis ke level Rp14.283 triliun. (Foto: Dok. ANTARA FOTO/Istimewa)"

Medan – Awal pekan di bulan Februari 2026 menjadi momen kelam bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambruk tajam pada perdagangan Senin (2/2/2026). Hanya dalam waktu 17 menit setelah pembukaan, indeks tercatat merosot hingga 5,03 persen atau kehilangan 418,75 poin, yang membawa IHSG ke level 7.910,85.

Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang sangat masif dan merata di seluruh sektor. Data perdagangan mencatat sebanyak 596 saham terkoreksi, sementara hanya 55 saham yang mampu menguat. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menyusut drastis menjadi Rp14.283,85 triliun.

Akar Masalah: Teguran MSCI dan Gejolak Internal

Anjloknya indeks hari ini merupakan akumulasi dari sentimen negatif yang telah membayangi pasar sejak pekan lalu. Terdapat beberapa faktor utama yang diidentifikasi oleh para analis:

  • Teguran dari MSCI: Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberikan teguran keras terkait isu transparansi kepemilikan saham dan ambang batas kepemilikan publik (free float) di Indonesia. Hal ini memicu kekhawatiran investor global akan kemungkinan penurunan kelas pasar modal Indonesia.
  • Mundurnya Petinggi OJK dan BEI: Kegelisahan pasar semakin memuncak menyusul pengunduran diri empat petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Direktur Utama BEI pada akhir pekan lalu.
  • Rencana Danantara: Ketidakpastian mengenai teknis masuknya Danantara ke dalam struktur bursa juga menambah kecemasan pelaku pasar yang masih menunggu kejelasan regulasi.

Respons Presiden Prabowo Subianto

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan klarifikasi terkait sikap Presiden Prabowo Subianto menghadapi situasi ini. Prasetyo menegaskan bahwa Kepala Negara tidak menunjukkan kemarahan, melainkan lebih menekankan pada pemahaman akar masalah secara menyeluruh.

"Presiden mengajak kita semua untuk memahami apa yang melandasi penurunan signifikan ini. Kita sedang mencari jalan keluarnya bersama," ujar Prasetyo di Sentul, Senin (2/2). Beliau menambahkan bahwa peristiwa ini akan dijadikan momentum bagi pemerintah untuk melakukan reformasi regulasi besar-besaran agar pasar saham Indonesia menjadi lebih terbuka, transparan, dan memiliki kredibilitas setara dengan bursa global lainnya.

Langkah Penyelamatan Pasar

Meskipun OJK dan BEI telah menunjuk pejabat pengganti sementara, pasar terlihat masih melakukan aksi wait and see. Upaya pertemuan antara otoritas bursa dengan pihak MSCI dijadwalkan akan segera dilakukan untuk meredam kekhawatiran mengenai downgrade indeks.

Analis pasar modal, Wahyu Laksono, menilai bahwa langkah-langkah pemerintah saat ini masih belum cukup meyakinkan investor menjelang tenggat waktu (deadline) dari MSCI. Para pelaku pasar kini menantikan langkah konkret dari tim ekonomi pemerintah untuk memulihkan kepercayaan investor asing maupun domestik.

← Kembali