Solana Bertahan dari Serangan DDoS Masif hingga 6 Tbps Tanpa Gangguan Jaringan

Dipublikasikan: 2025-12-17 09:21:17


Medan, 17 Desember 2025 – Jaringan Solana (SOL), salah satu blockchain terkemuka dengan kecepatan transaksi tinggi, berhasil bertahan dari serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS) berkelanjutan yang berlangsung selama lebih dari seminggu, dengan puncak mencapai hampir 6 terabits per second (Tbps). Serangan ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar keempat dalam sejarah sistem terdistribusi di internet, namun tidak menyebabkan gangguan signifikan pada performa jaringan.

Menurut laporan dari SolanaFloor dan Pipe Network, serangan tersebut melibatkan banjir trafik masif yang mencapai miliaran paket data per detik, dirancang untuk membebani validator dan menghentikan produksi blok. Meski demikian, data on-chain menunjukkan konfirmasi transaksi tetap di bawah satu detik (sub-second confirmations) dengan latensi slot yang stabil, tanpa adanya downtime atau penundaan yang terlihat oleh pengguna.

Co-founder Solana, Anatoly Yakovenko, bahkan menyebut situasi ini sebagai "bullish", karena menunjukkan bahwa penyerang harus mengeluarkan biaya besar—setara dengan pendapatan jaringan—untuk mengirimkan trafik sia-sia tanpa berhasil mengganggu operasi. Peningkatan ketahanan ini dikaitkan dengan upgrade seperti protokol QUIC, parallel processing, dan infrastruktur validator yang lebih matang, yang telah mengatasi masalah congestion di masa lalu.

Peristiwa ini menjadi kontras tajam dengan serangan DDoS serupa yang menimpa jaringan Sui baru-baru ini, di mana produksi blok tertunda dan performa menurun. Serangan terhadap Solana menempatkannya sejajar dengan target besar seperti Google Cloud dan Cloudflare, yang pernah menghadapi serangan multi-Tbps sebelumnya, menandakan bahwa blockchain kini menjadi target utama serangan siber skala industri.

Di tengah koreksi pasar crypto yang sedang berlangsung—dengan Bitcoin turun di bawah $86.000 dan sentimen extreme fear—ketangguhan Solana ini memberikan sinyal positif bagi ekosistem. Harga SOL sendiri mengalami tekanan, turun sekitar 4-7% dalam 24 jam terakhir, namun banyak analis melihat insiden ini sebagai bukti maturitas jaringan, terutama dengan aktivitas tinggi seperti transaksi harian mencapai puluhan juta dan dukungan institusional yang terus bertambah.

Para pengembang dan komunitas Solana menekankan bahwa serangan semacam ini semakin menegaskan posisi blockchain sebagai infrastruktur krusial, mirip dengan layanan internet global. Meski pelaku serangan belum teridentifikasi, insiden ini memperkuat pentingnya inovasi keamanan di sektor crypto.

Pasar tetap volatil, dan investor disarankan untuk memantau metrik jaringan serta perkembangan lebih lanjut, karena ketahanan seperti ini bisa menjadi katalis pemulihan jangka panjang.

Sumber: coinpedia.org/news/crypto-news-today-live-latest-updates-on-dec-16-2025/, cryptonews.com, dan data on-chain real-time.

← Kembali