Bursa Kripto Bithumb Korea Selatan Tak Sengaja Transfer 620.000 Bitcoin ke Ratusan Nasabah

Dipublikasikan: 2026-02-08 23:43:18

Photo by Kanchanara on Unsplash

Medan – Jagat investasi digital mendadak gempar setelah bursa kripto raksasa asal Korea Selatan, Bithumb, melakukan kesalahan fatal yang hampir tak masuk akal di awal Februari 2026. Alih-alih memberikan apresiasi kecil kepada nasabahnya, platform ini justru secara tidak sengaja mentransfer aset Bitcoin dalam jumlah yang sangat masif, mencapai angka 620.000 keping Bitcoin. Nilai dari aset yang "salah alamat" tersebut ditaksir menyentuh angka fantastis, yakni USD 44 miliar atau setara dengan Rp 741,6 triliun jika dikonversi dengan kurs saat ini.

Kejadian ini langsung menjadi tajuk utama di berbagai media keuangan internasional karena skala kerugian potensial yang dialami oleh bursa tersebut dan dampaknya yang seketika melumpuhkan stabilitas harga di pasar lokal. Para investor, khususnya generasi muda yang mendominasi pasar aset virtual, kini tengah menanti langkah konkret dari regulator untuk memastikan keamanan ekosistem perdagangan digital di masa depan.

Kronologi "Jackpot" Nyasar yang Berujung Bencana

Segala hiruk-pikuk ini bermula dari sebuah agenda pemasaran rutin yang diselenggarakan oleh Bithumb pada hari Jumat (6/2/2026). Untuk meningkatkan keterlibatan pengguna, manajemen bursa berencana membagikan hadiah uang tunai (airdrop) dalam jumlah yang tergolong kecil sebagai bentuk promosi. Namun, sebuah kegagalan sistematis mengubah niat baik tersebut menjadi salah satu insiden paling memalukan dalam sejarah bursa aset digital.

Berdasarkan laporan yang valid, berikut adalah detail peristiwa yang terjadi di lapangan:

  1. Niat Hadiah Receh: Bithumb awalnya hanya bermaksud mendistribusikan saldo tunai sebesar 2.000 Won Korea, atau kira-kira setara dengan USD 1,37 hingga USD 1,40 (sekitar Rp 23.000), kepada para pengguna setianya sebagai bagian dari event promosi.
  2. Kesalahan Fatal Sistem: Namun, entah karena kesalahan input data atau gangguan pada sistem otomatisasi, unit yang terkirim bukan lagi mata uang Won, melainkan satuan Bitcoin. Hal ini mengakibatkan ratusan nasabah menerima masing-masing setidaknya 2.000 Bitcoin di akun mereka.
  3. Ratusan Nasabah Terpilih: Tercatat setidaknya ada 695 nasabah yang tiba-tiba menjadi "triliuner dadakan" setelah menerima aset bernilai ratusan juta dolar Amerika Serikat secara cuma-cuma dalam hitungan detik.
  4. Respon Cepat 35 Menit: Menyadari adanya anomali transaksi yang sangat besar, pihak manajemen Bithumb langsung melakukan tindakan darurat dengan membekukan akses perdagangan dan fitur penarikan (withdrawal) bagi 695 akun terdampak hanya dalam waktu 35 menit setelah distribusi dimulai.

Guncangan Pasar: Harga Bitcoin Amblas 17 Persen

Insiden "salah kirim" ini tidak hanya menjadi pembicaraan di media sosial, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap psikologi pasar. Begitu saldo Bitcoin tersebut masuk ke akun-akun pengguna, sebagian nasabah yang sigap langsung mencoba mencairkan atau menjual aset tersebut ke pasar terbuka sebelum pihak bursa sempat melakukan pembekuan.

Aksi jual massal dalam waktu yang sangat singkat tersebut memicu kepanikan luar biasa di platform Bithumb. Grafik perdagangan menunjukkan bahwa harga Bitcoin di bursa tersebut sempat terjun bebas atau anjlok hingga 17%. Nilai Bitcoin yang sebelumnya stabil, mendadak menyentuh titik terendah di angka 81,1 juta Won Korea. Meski demikian, seiring dengan tindakan mitigasi yang dilakukan oleh tim teknis Bithumb, harga aset kripto nomor satu di dunia itu perlahan-lahan mulai pulih (recovery) dan kembali diperdagangkan di kisaran angka 104,5 juta Won Korea.

Perlu dicatat bahwa insiden ini menciptakan perbedaan harga (arbitrase) yang sangat tajam antara bursa Bithumb dengan bursa pesaing utamanya di Korea Selatan, yaitu Upbit. Hal ini semakin mempertegas bahwa ketidaksiapan sistem kontrol internal suatu bursa dapat menciptakan kerentanan yang masif bagi para investor ritel.

Bukan Peretasan, Bithumb Sampaikan Permohonan Maaf

Di tengah spekulasi yang berkembang bahwa platform mereka telah dibobol oleh peretas (hacker), manajemen Bithumb segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk meredam kekhawatiran publik. Mereka menegaskan bahwa seluruh dana nasabah lainnya tetap dalam kondisi aman dan tidak ada indikasi serangan dari pihak luar.

Beberapa poin klarifikasi yang disampaikan oleh Bithumb antara lain:

  • Kesalahan Internal: Insiden ini murni merupakan kegagalan operasional internal yang terkait dengan pengelolaan sistem promosi, bukan karena kelemahan keamanan jaringan atau manajemen aset pelanggan.
  • Keberhasilan Pemulihan: Berkat respon cepat tim IT, Bithumb mengklaim telah berhasil memulihkan atau menarik kembali sekitar 99,7% dari total 620.000 Bitcoin yang sempat tersebar salah alamat tersebut.
  • Permohonan Maaf: Pihak bursa secara terbuka meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan berkomitmen untuk memperketat protokol verifikasi transaksi di masa mendatang agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Regulator Korea Selatan Pasang Mata

Meskipun sebagian besar aset telah berhasil diamankan kembali, otoritas keuangan Korea Selatan tidak tinggal diam. Komisi Layanan Keuangan (FSC) dan regulator terkait lainnya menyatakan bahwa peristiwa ini adalah sinyal bahaya yang mengungkap rapuhnya sistem pengawasan internal pada penyedia layanan aset virtual.

Pasca pertemuan darurat yang digelar akhir pekan ini, pemerintah Korea Selatan berencana untuk meluncurkan inspeksi mendalam secara langsung ke kantor Bithumb. Tidak hanya Bithumb, regulator juga akan menyisir bursa-bursa kripto lainnya untuk memastikan bahwa sistem kontrol internal, operasional kepemilikan aset, hingga manajemen risiko mereka benar-benar memenuhi standar keamanan yang ketat. Jika ditemukan adanya penyimpangan atau kelalaian yang disengaja, sanksi berat menanti pihak pengelola bursa.

 

← Kembali