.webp)
Photo by Kanchanara on Unsplash
Medan – Jagat investasi
digital mendadak gempar setelah bursa kripto raksasa asal Korea Selatan,
Bithumb, melakukan kesalahan fatal yang hampir tak masuk akal di awal Februari
2026. Alih-alih memberikan apresiasi kecil kepada nasabahnya, platform ini
justru secara tidak sengaja mentransfer aset Bitcoin dalam jumlah yang sangat
masif, mencapai angka 620.000 keping Bitcoin. Nilai dari aset yang "salah
alamat" tersebut ditaksir menyentuh angka fantastis, yakni USD 44 miliar
atau setara dengan Rp 741,6 triliun jika dikonversi dengan kurs saat ini.
Kejadian ini langsung menjadi
tajuk utama di berbagai media keuangan internasional karena skala kerugian
potensial yang dialami oleh bursa tersebut dan dampaknya yang seketika
melumpuhkan stabilitas harga di pasar lokal. Para investor, khususnya generasi
muda yang mendominasi pasar aset virtual, kini tengah menanti langkah konkret
dari regulator untuk memastikan keamanan ekosistem perdagangan digital di masa
depan.
Kronologi "Jackpot" Nyasar yang Berujung Bencana
Segala hiruk-pikuk ini bermula
dari sebuah agenda pemasaran rutin yang diselenggarakan oleh Bithumb pada hari
Jumat (6/2/2026). Untuk meningkatkan keterlibatan pengguna, manajemen bursa
berencana membagikan hadiah uang tunai (airdrop) dalam jumlah yang tergolong
kecil sebagai bentuk promosi. Namun, sebuah kegagalan sistematis mengubah niat
baik tersebut menjadi salah satu insiden paling memalukan dalam sejarah bursa
aset digital.
Berdasarkan laporan yang valid,
berikut adalah detail peristiwa yang terjadi di lapangan:
- Niat Hadiah Receh: Bithumb awalnya hanya
bermaksud mendistribusikan saldo tunai sebesar 2.000 Won Korea, atau
kira-kira setara dengan USD 1,37 hingga USD 1,40 (sekitar Rp 23.000),
kepada para pengguna setianya sebagai bagian dari event promosi.
- Kesalahan Fatal Sistem: Namun, entah karena
kesalahan input data atau gangguan pada sistem otomatisasi, unit yang
terkirim bukan lagi mata uang Won, melainkan satuan Bitcoin. Hal ini
mengakibatkan ratusan nasabah menerima masing-masing setidaknya 2.000
Bitcoin di akun mereka.
- Ratusan Nasabah Terpilih: Tercatat setidaknya
ada 695 nasabah yang tiba-tiba menjadi "triliuner dadakan"
setelah menerima aset bernilai ratusan juta dolar Amerika Serikat secara
cuma-cuma dalam hitungan detik.
- Respon Cepat 35 Menit: Menyadari adanya
anomali transaksi yang sangat besar, pihak manajemen Bithumb langsung
melakukan tindakan darurat dengan membekukan akses perdagangan dan fitur
penarikan (withdrawal) bagi 695 akun terdampak hanya dalam waktu 35 menit
setelah distribusi dimulai.
Guncangan Pasar: Harga Bitcoin Amblas 17 Persen
Insiden "salah kirim"
ini tidak hanya menjadi pembicaraan di media sosial, tetapi juga memberikan
dampak nyata terhadap psikologi pasar. Begitu saldo Bitcoin tersebut masuk ke
akun-akun pengguna, sebagian nasabah yang sigap langsung mencoba mencairkan
atau menjual aset tersebut ke pasar terbuka sebelum pihak bursa sempat
melakukan pembekuan.
Aksi jual massal dalam waktu yang
sangat singkat tersebut memicu kepanikan luar biasa di platform Bithumb. Grafik
perdagangan menunjukkan bahwa harga Bitcoin di bursa tersebut sempat terjun
bebas atau anjlok hingga 17%. Nilai Bitcoin yang sebelumnya stabil, mendadak
menyentuh titik terendah di angka 81,1 juta Won Korea. Meski demikian, seiring
dengan tindakan mitigasi yang dilakukan oleh tim teknis Bithumb, harga aset
kripto nomor satu di dunia itu perlahan-lahan mulai pulih (recovery) dan
kembali diperdagangkan di kisaran angka 104,5 juta Won Korea.
Perlu dicatat bahwa insiden ini
menciptakan perbedaan harga (arbitrase) yang sangat tajam antara bursa Bithumb
dengan bursa pesaing utamanya di Korea Selatan, yaitu Upbit. Hal ini semakin
mempertegas bahwa ketidaksiapan sistem kontrol internal suatu bursa dapat
menciptakan kerentanan yang masif bagi para investor ritel.
Bukan Peretasan, Bithumb Sampaikan Permohonan Maaf
Di tengah spekulasi yang
berkembang bahwa platform mereka telah dibobol oleh peretas (hacker), manajemen
Bithumb segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk meredam kekhawatiran publik.
Mereka menegaskan bahwa seluruh dana nasabah lainnya tetap dalam kondisi aman
dan tidak ada indikasi serangan dari pihak luar.
Beberapa poin klarifikasi yang
disampaikan oleh Bithumb antara lain:
- Kesalahan Internal: Insiden ini murni
merupakan kegagalan operasional internal yang terkait dengan pengelolaan
sistem promosi, bukan karena kelemahan keamanan jaringan atau manajemen
aset pelanggan.
- Keberhasilan Pemulihan: Berkat respon cepat
tim IT, Bithumb mengklaim telah berhasil memulihkan atau menarik kembali
sekitar 99,7% dari total 620.000 Bitcoin yang sempat tersebar salah alamat
tersebut.
- Permohonan Maaf: Pihak bursa secara terbuka
meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan berkomitmen untuk memperketat
protokol verifikasi transaksi di masa mendatang agar kejadian serupa tidak
terulang kembali.
Regulator Korea Selatan Pasang Mata
Meskipun sebagian besar aset
telah berhasil diamankan kembali, otoritas keuangan Korea Selatan tidak tinggal
diam. Komisi Layanan Keuangan (FSC) dan regulator terkait lainnya menyatakan
bahwa peristiwa ini adalah sinyal bahaya yang mengungkap rapuhnya sistem
pengawasan internal pada penyedia layanan aset virtual.
Pasca pertemuan darurat yang
digelar akhir pekan ini, pemerintah Korea Selatan berencana untuk meluncurkan
inspeksi mendalam secara langsung ke kantor Bithumb. Tidak hanya Bithumb,
regulator juga akan menyisir bursa-bursa kripto lainnya untuk memastikan bahwa
sistem kontrol internal, operasional kepemilikan aset, hingga manajemen risiko
mereka benar-benar memenuhi standar keamanan yang ketat. Jika ditemukan adanya
penyimpangan atau kelalaian yang disengaja, sanksi berat menanti pihak
pengelola bursa.