
Kalau kita bicara soal rivalitas di dunia kripto, tidak ada
yang lebih ikonik daripada persaingan antara Ethereum (ETH) dan Solana
(SOL). Bagi kita yang mengikuti perkembangan ini sejak 2020, perjalanannya
terasa seperti menonton drama teknologi yang penuh plot twist. Dari masa di
mana orang-orang berebut NFT gambar monyet di Ethereum hingga kegilaan meme
coin di Solana, kini di awal 2026, kedua raksasa ini telah bertransformasi
total.
Mereka bukan lagi sekadar platform untuk "berjudi"
secara digital. Ethereum dan Solana telah berevolusi menjadi tulang punggung
sistem keuangan global baru. Mari kita bedah bagaimana transisi dari hype
murni menuju utilitas fundamental ini terjadi, dan mengapa keduanya kini
menjadi aset yang paling diperhatikan oleh institusi besar.
Era Hype: NFT dan "Ethereum Killers"
(2020–2022)
Semua dimulai dari mimpi besar tentang desentralisasi.
Ethereum adalah pelopornya, namun kesuksesannya justru menciptakan tantangan
baru.
- Ethereum
dan Masa Kejayaan NFT: Pada 2021, Ethereum adalah rumah bagi hampir
semua inovasi. Namun, popularitasnya membuat jaringan macet. Biaya
transaksi (gas fee) yang mencapai jutaan rupiah untuk satu kali transaksi
membuat banyak pengguna ritel, termasuk Gen Z, mulai mencari alternatif.
- Lahirnya
Narasi "Ethereum Killer": Di tengah masalah skalabilitas
Ethereum, Solana muncul sebagai pahlawan dengan janji kecepatan tinggi dan
biaya hampir nol. Strategi Solana saat itu sangat "Gen Z
friendly"—fokus pada komunitas, integrasi mobile, dan kecepatan yang
luar biasa.
- Meme
Coin Mania: Solana sempat dicap sebagai "blockchain meme"
karena kemudahannya dalam meluncurkan token baru. Jutaan token muncul,
membawa likuiditas besar namun juga volatilitas yang mengerikan.
Fase Transisi: Belajar dari Krisis (2023–2024)
Kematangan sebuah teknologi seringkali lahir dari krisis.
Baik Ethereum maupun Solana sempat mengalami masa sulit yang memaksa mereka
untuk berbenah.
- The
Merge Ethereum: Ethereum melakukan upgrade besar-besaran untuk menjadi
lebih ramah lingkungan dan efisien. Fokus mereka bergeser ke arah
"Layer 2" (seperti Arbitrum dan Optimism), membagi beban
jaringan agar lebih murah namun tetap sangat aman.
- Kebangkitan
Solana dari Abu: Setelah sempat terdampak krisis FTX, Solana
membuktikan ketangguhannya. Mereka tidak lagi hanya fokus pada meme coin,
melainkan mulai memperkuat infrastruktur teknis mereka (seperti upgrade
Firedancer) untuk memastikan jaringan tidak pernah mati lagi.
- Filterisasi
Proyek: Investor mulai bosan dengan proyek tanpa kegunaan. Di sinilah
narasi "Utilitas" mulai menggeser "Hype".
Tahun 2026: Era Dominasi Infrastruktur
Kini di tahun 2026, peta persaingan sudah sangat jelas.
Keduanya sudah melampaui fase spekulasi dan masuk ke fase aplikasi dunia nyata.
1. Real World Assets (RWA): Medan Perang Baru
Ethereum dan Solana sekarang bersaing untuk menjadi
"rumah" bagi aset dunia nyata yang ditokenisasi.
- Ethereum
(Si Penjaga Keamanan): Dengan total RWA mencapai lebih dari $12 miliar
di awal 2026, Ethereum tetap menjadi pilihan utama bagi institusi besar
seperti BlackRock untuk menyimpan aset digital mereka karena keamanannya
yang tak tertandingi.
- Solana
(Si Pelari Cepat): Solana mengejar dengan cepat, mencatat pertumbuhan
RWA yang fantastis. Dengan biaya rendah, Solana lebih disukai untuk
tokenisasi aset yang butuh frekuensi transaksi tinggi, seperti saham
perusahaan teknologi (Tesla, Nvidia) atau obligasi ritel.
2. Adopsi Institusional dan ETF
Tahun 2026 menjadi titik balik karena kedua aset ini sudah
memiliki ETF (Exchange-Traded Fund) resmi.
- Legitimasi:
ETF Solana yang menyusul kesuksesan ETF Ethereum telah menarik dana masuk
(inflow) hingga miliaran dolar. Ini menandakan bahwa institusi tidak lagi
melihat SOL sebagai "aset spekulatif", melainkan sebagai
infrastruktur teknologi yang valid.
- Kemitraan
Global: Western Union bahkan memilih jaringan Solana untuk platform
penyelesaian stablecoin mereka di paruh pertama 2026, menjangkau lebih
dari 150 juta pelanggan.
3. AI dan DePIN (Decentralized Physical Infrastructure)
Utilitas masa depan kini melibatkan kolaborasi dengan mesin.
- Solana
dan DePIN: Solana menjadi pemimpin dalam jaringan infrastruktur fisik
terdesentralisasi (seperti jaringan Wi-Fi atau pemetaan global yang
digerakkan komunitas) karena kemampuannya menangani ribuan transaksi per
detik secara instan.
- Ethereum
dan Keamanan AI: Ethereum lebih banyak digunakan sebagai lapisan
verifikasi untuk data AI yang sensitif, memastikan bahwa algoritma AI
tidak dimanipulasi.
Perbandingan Strategi 2026: Ethereum vs Solana
Untuk memudahkan pemahaman kalian, berikut adalah perbedaan
mendasar peran mereka di tahun 2026:
- Ethereum:
Bertindak seperti "Internet Settlement Layer" atau protokol
dasar yang sangat aman. Ethereum adalah tempat di mana nilai besar
disimpan secara permanen. Fokusnya adalah Desentralisasi dan Keamanan.
- Solana:
Bertindak seperti "Payment and Performance Layer". Solana adalah
tempat di mana transaksi harian, gaming, dan aplikasi intensitas tinggi
terjadi. Fokusnya adalah Kecepatan dan Skalabilitas.
Kesimpulan: Siapa Pemenangnya?
Di tahun 2026, pertanyaannya bukan lagi "Siapa yang
akan membunuh siapa?", melainkan "Bagaimana mereka saling
melengkapi?". Ethereum telah membuktikan diri sebagai fondasi keuangan
yang stabil, sementara Solana telah membuktikan bahwa blockchain bisa digunakan
secara massal dengan biaya sangat murah.
Bagi kita, Gen Z, evolusi ini memberikan peluang luar biasa.
Kita tidak lagi hanya menjadi penonton hype, tapi bisa menjadi bagian
dari ekonomi masa depan yang dibangun di atas infrastruktur yang solid.
Pemenang sesungguhnya adalah kita, para pengguna yang kini memiliki akses ke
sistem keuangan global yang transparan, murah, dan efisien.
Health & Financial Disclaimer
Konten ini disusun hanya untuk tujuan informasi dan
edukasi, bukan merupakan saran investasi, keuangan, atau perdagangan. Aset
kripto memiliki risiko yang sangat tinggi, termasuk kehilangan seluruh modal.
Pastikan untuk melakukan riset mendalam (DYOR) dan berkonsultasi dengan
profesional sebelum mengambil keputusan finansial. Ingatlah untuk selalu
menjaga kesehatan mental dan tidak terbawa emosi (FOMO) dalam menghadapi
volatilitas pasar.
Referensi
- INDODAX
Academy (2025) Solana Diprediksi Ungguli Ethereum Jelang 2026:
Faktor Kecepatan dan Adopsi.
- Bank
Indonesia (2025) Laporan Tahunan Sistem Pembayaran Digital dan Aset
Kripto.
- Binance
Square (2026) Tokenisasi RWA Solana Melonjak: Prospek Pertumbuhan
di Era Infrastruktur.
- Pintu
News (2026) Ethereum dan Solana: Perbedaan Ketahanan Jaringan dan
Sinyal Institusional.
- Gate.io
Learn (2024/2025) Evolusi Solana: Dari Pembunuh Ethereum Menjadi
Pelopor Inovasi Infrastruktur.
- Tokocrypto
News (2026) ETF Solana Menarik Arus Masuk $765 Juta: Titik Balik
Adopsi Institusi.
- FXStreet Indonesia (2026) Solana Memasuki 2026 dengan Dorongan Momentum Real World Assets.