Medan, 16 Desember 2025 – Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami penurunan tajam, turun di bawah level $86.000 pada hari Senin kemarin, memicu kepanikan di seluruh pasar cryptocurrency. Penurunan ini disertai dengan sentimen pasar yang sangat negatif, di mana Crypto Fear & Greed Index mencapai angka 11, menandakan kondisi "extreme fear" yang jarang terjadi.
Menurut data terkini, Bitcoin sempat menyentuh level terendah di sekitar $85.000-$86.000 setelah mengalami penurunan hingga 4% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini menghapus miliaran dolar dari kapitalisasi pasar crypto secara keseluruhan, dengan total likuidasi posisi leveraged mencapai ratusan juta dolar, terutama pada posisi long yang terlalu optimis.
Crypto Fear & Greed Index, indikator populer yang mengukur sentimen pasar berdasarkan faktor seperti volatilitas, volume perdagangan, dan momentum harga, kini berada di level terendah dalam beberapa waktu terakhir. Angka 11 ini mencerminkan ketakutan ekstrem di kalangan investor, di mana banyak yang mulai menjual aset mereka untuk menghindari kerugian lebih lanjut. Secara historis, level extreme fear seperti ini sering kali menjadi sinyal kontrarian, di mana pasar bisa mencapai titik bottom sebelum rebound, meskipun tidak ada jaminan.
Penyebab utama penurunan ini meliputi likuiditas tipis di akhir tahun, ketidakpastian makroekonomi, serta cascade liquidation yang mempercepat tekanan jual. Dalam 24 jam terakhir saja, likuidasi mencapai lebih dari $580 juta, dengan mayoritas menimpa trader yang bertaruh pada kenaikan harga. Aset lain seperti Ethereum juga ikut terdampak, turun di bawah $3.000.
Para analis menyebutkan bahwa penurunan ini bisa menjadi bagian dari koreksi sehat setelah rally sebelumnya, tetapi juga memperingatkan potensi penurunan lebih lanjut jika support kunci di $85.000 jebol. Beberapa prediksi menyebutkan kemungkinan tes level $80.000 atau lebih rendah jika sentimen tetap buruk.
Meski demikian, sejarah menunjukkan bahwa extreme fear sering kali diikuti oleh peluang beli bagi investor jangka panjang. Pasar crypto tetap volatil, dan perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada inflow institusional serta berita makro global.
Sumber: cryptonews.com, coinpedia.org