
Medan, 17 Desember 2025 – Bank investasi multinasional Standard Chartered telah secara signifikan merevisi turun prediksi harga Bitcoin (BTC) untuk akhir tahun 2025, dari target sebelumnya $200.000 menjadi hanya $100.000. Revisi ini mencerminkan kekhawatiran atas melambatnya inflow ke spot Bitcoin ETF dan berakhirnya era pembelian agresif oleh perusahaan-perusahaan treasury Bitcoin seperti MicroStrategy.
Menurut laporan terbaru dari analis kepala aset digital Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, prospek bullish Bitcoin kini sepenuhnya bergantung pada satu faktor utama: pembelian melalui ETF. Sebelumnya, bank ini mempertahankan target $200.000 untuk akhir 2025, didorong oleh ekspektasi inflow ETF yang kuat dan adopsi institusional yang cepat. Namun, dengan performa pasar yang memburuk di kuartal keempat 2025—termasuk penurunan Bitcoin di bawah $86.000 dan sentimen extreme fear—bank memutuskan untuk menurunkan proyeksi secara drastis.
Revisi tidak hanya untuk 2025 saja. Standard Chartered juga memangkas target untuk tahun-tahun berikutnya: $150.000 untuk 2026 (dari $300.000), $225.000 untuk 2027 (dari $400.000), dan $300.000 untuk 2028 (dari $500.000). Target jangka panjang $500.000 tetap dipertahankan, tetapi timeline diundur dari 2028 menjadi 2030.
Kendrick menjelaskan bahwa pembelian korporat melalui digital asset treasuries (DATs) telah "kehabisan tenaga", karena valuasi perusahaan-perusahaan tersebut tidak lagi mendukung ekspansi lebih lanjut. Inflow ETF juga melambat tajam, dengan kuartal terakhir hanya mencatat sekitar 50.000 BTC, terendah sejak peluncuran ETF di AS. Hal ini membuat pasar Bitcoin lebih rentan terhadap volatilitas, terutama di tengah likuiditas tipis akhir tahun dan ketidakpastian makroekonomi.
Langkah ini datang di saat pasar crypto sedang mengalami koreksi berat, dengan likuidasi mencapai ratusan juta dolar dan total market cap mendekati $3 triliun namun terus tertekan. Meski demikian, Kendrick menekankan bahwa penurunan saat ini masih dalam batas normal dibandingkan siklus sebelumnya, dan level extreme fear bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang. Secara struktural, Bitcoin tetap undervalued di portofolio global, dengan potensi optimasi alokasi aset yang bisa mendorong kenaikan di masa depan.
Revisi prediksi dari institusi besar seperti Standard Chartered menambah tekanan pada sentimen pasar, terutama setelah serangkaian berita negatif seperti peringatan dari Michael Saylor terkait indeks MSCI. Namun, beberapa analis lain tetap optimis, melihat koreksi ini sebagai "leverage reset" yang sehat sebelum potensi rebound.
Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap data inflow ETF, keputusan Federal Reserve, dan perkembangan regulasi, karena volatilitas crypto diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek.
Sumber: forbes.com/sites/digital-assets/2025/12/14/saylor-issues-stark-warning..., coindesk.com, decrypt.co, dan data pasar real-time.